Kejujuran..
Saat semua orang mengagungkannya. Menjadikannya syarat atau kriteria sifat yang setiap orang inginkn dari orang lain.
Kejujuran yang menyenangkan, contohnya pujian.Tak dipungkiri, banyak yang tersenyum lebar menyambutnya. Seketika menganggap kejujuran itu penting & berkata “saya orang jujur & menyukai kejujuran”. Tapi saat kejujuran yang pahit & menyakitkan itu dikatakan, kenyataannya mereka yang menyukai kejujuran banyak yang tak bisa menerima suatu kejujuran dengan lapang dada.
Padahal untuk mengungkapkan suatu kejujuran yang pahit itu tidaklah mudah. Sebelum orang yang mendengar merasa tersakiti, bukankah yang mengatakan atau yang mengalami lebih merasakan sakitnya.
Untuk itu, disaat kejujuran telah kita pilih & kita anggap penting, perlu kita pikirkan dahulu, “Apakah kita sudah benar-benar bisa menerima suatu kejujuran?”. Karena sering kali setelah mendengar kejujuran yang pahit, banyak yang tidak bisa menerimanya. Hingga setelah itu marah, tak mau bertegur sapa & bahkan tak mau memaafkan. Jika akibat dari suatu kejujuran menjadi lebih buruk, pantas saja akhirnya banyak yang memilih untuk diam atau tidak mengatakan hal sebenarnya dan bahkan memilih untuk berbohong.
Untuk itu, kelapangan hati harus menjadi landasan dari kejujuran & memaafkan sebagai realisasi dari sebuah kejujuran.
Lantas sudah siapkah kita untuk mendengar kejujuran yang pahit & menyakitkan??



Komentar Untuk Hati